Pengantar Penerbit Bahasa Indonesia
Hari-hari ini, sepuluh tahun semenjak lengsernya Soeharto di tahun 1998, sejauh manakah aktor-aktor pembela HAM dan demokrasi di Indonesia telah berhasil dalam perjuangan melawan impunitas? Sejauh ini pula, seberapa banyak yang sempat kita serap dari berbagai contoh terbaik perjuangan serupa, khususnya dari negeri-negeri yang pernah dilanda otoriterisme?
Buku Acuan Kerja ini memang bukan sebuah buku khusus yang berisikan resep khusus bagi negeri-negeri pasca otoriterisme. Namun buku sederhana ini, berisikan berbagai pengalaman-praktik penggelaran taktik pembelaan HAM dalam situasi-kondisi yang amat beragam pula.
Yang juga tidak kalah pentingnya adalah berkat ketekunan tim penyusun buku ini, kini dengan relatif mudah kita bisa belajar bersama dan memperbandingkan daftar panjang beragam taktik pembelaan HAM, penguatan masyarakat, termasuk di dalamnya pendidikan bagi kaum marjinal, pembangunan aliansi, sampai ke taktik-taktik yang lebih 'bertegangan tinggi' seperti merebut kembali hak masyarakat atas informasi publik yang ditutup-tutupi oleh penguasa melalui berbagai aksi tekanan, reclaiming hak-hak atas lahan bagi masyarakat, atau melancarkan taktik 'naming & shaming' (meyebutkan nama dan mempermalukan) atas pihak-pihak yang memiliki jejak-rekam pelanggaran HAM yang amat nyata (seperti yang dilancarkan oleh komunitas korban dan gerakan HAM di Argentina dan negeri-negeri Amerika Latin lainnya (lihat di bagian Indeks Taktik).
Tentunya dengan membaca satu buku ini saja, tidak akan dengan sendirinya menjadi ahli mengenai taktik-strategi HAM. Untuk itulah dengan rendah hati pihak penyusun buku ini (New Tactics in Human Rights) menyajikan berbagai bahan, mulai dari pemahaman dasar mengenai taktik-strategi, pelatihan pemikiran taktis-strategis sampai dengan pengembangannya secara kreatif dalam wujud yang belum terpikirkan hari ini. Dengan rendah hati pula tim kami dari Konsorsium Penguatan Rakyat (People's Empowerment Consortium) sudah mengadaptasi sejumlah materi tersebut untuk publik Indonesia, untuk berbagai keperluan pendidikan HAM serta perjuangan lebih besar dalam melawan impunitas. Bagian terbesar dari buku ini juga dapat diakses secara online pada situs web kami di atau
Dengan penerbitan edisi pertama dari buku ini kami berharap akan dapat segera memperoleh masukan, perbaikan, kritik, untuk penyempurnaan bagi edisi berikutnya.
Selamat membaca, 4 Juni 2008
Penerbit PEC
(Zico Mulia/Editor)
Hari-hari ini, sepuluh tahun semenjak lengsernya Soeharto di tahun 1998, sejauh manakah aktor-aktor pembela HAM dan demokrasi di Indonesia telah berhasil dalam perjuangan melawan impunitas? Sejauh ini pula, seberapa banyak yang sempat kita serap dari berbagai contoh terbaik perjuangan serupa, khususnya dari negeri-negeri yang pernah dilanda otoriterisme?
Buku Acuan Kerja ini memang bukan sebuah buku khusus yang berisikan resep khusus bagi negeri-negeri pasca otoriterisme. Namun buku sederhana ini, berisikan berbagai pengalaman-praktik penggelaran taktik pembelaan HAM dalam situasi-kondisi yang amat beragam pula.
Yang juga tidak kalah pentingnya adalah berkat ketekunan tim penyusun buku ini, kini dengan relatif mudah kita bisa belajar bersama dan memperbandingkan daftar panjang beragam taktik pembelaan HAM, penguatan masyarakat, termasuk di dalamnya pendidikan bagi kaum marjinal, pembangunan aliansi, sampai ke taktik-taktik yang lebih 'bertegangan tinggi' seperti merebut kembali hak masyarakat atas informasi publik yang ditutup-tutupi oleh penguasa melalui berbagai aksi tekanan, reclaiming hak-hak atas lahan bagi masyarakat, atau melancarkan taktik 'naming & shaming' (meyebutkan nama dan mempermalukan) atas pihak-pihak yang memiliki jejak-rekam pelanggaran HAM yang amat nyata (seperti yang dilancarkan oleh komunitas korban dan gerakan HAM di Argentina dan negeri-negeri Amerika Latin lainnya (lihat di bagian Indeks Taktik).
Tentunya dengan membaca satu buku ini saja, tidak akan dengan sendirinya menjadi ahli mengenai taktik-strategi HAM. Untuk itulah dengan rendah hati pihak penyusun buku ini (New Tactics in Human Rights) menyajikan berbagai bahan, mulai dari pemahaman dasar mengenai taktik-strategi, pelatihan pemikiran taktis-strategis sampai dengan pengembangannya secara kreatif dalam wujud yang belum terpikirkan hari ini. Dengan rendah hati pula tim kami dari Konsorsium Penguatan Rakyat (People's Empowerment Consortium) sudah mengadaptasi sejumlah materi tersebut untuk publik Indonesia, untuk berbagai keperluan pendidikan HAM serta perjuangan lebih besar dalam melawan impunitas. Bagian terbesar dari buku ini juga dapat diakses secara online pada situs web kami di

Tidak ada komentar:
Posting Komentar