Total Tayangan Halaman

Minggu, 11 Januari 2009

Rumah Kos dan Warteg Habis Terbakar

Jakarta, 7 Desember 2007

Sore itu ketika sedang ngobrol dengan seorang sahabat dalam sebuah bus patas dari arah Salemba menuju arah Matraman terjadi kemacetan luar biasa mendekati perempatan Matraman. Setelah bus tepat di perempatan ternyata terlihat penyebab kemacetan ada di jalur menuju jalan Pramuka. Dari posisi tersebut terlihat samar-samar kepulan asap kebakaran dari jarak sekitar 500 meter lebih dekat dengan Hotel Sentral. Setelah terjadi diskusi seru dengan sahabat demikian juga dengan penumpang lain mengenai kejadian tersebut, akhirnya sahabat menganjurkan dan meyakinkan saya untuk melihat kejadian tersebut dan mengorek informasi lengkap sebagai materi tulisan berita atau jurnalistik untuk sebuah media massa harian.

Akhirnya saya turun dari bus dan langsung berjalan kaki menuju lokasi kejadian. Sesampainya disana sudah ramai dengan kerumunan massa, petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian serta para “kuli tinta”. Puluhan rumah dan bangunan, seperti sejumlah toko, bengkel, warteg dan rumah kos dilalap si jago merah di kawasan jalan Pramuka, Rawasari, Jakarta Timur, Jumat 7 Desember sore. Akibat kejadian itu, jalan macet mulai dari perempatan Jalan Pramuka hingga Hotel Sentral.

Kanitreskrim Polres Cempaka Putih Suhendar mengatakan, kebakaran diduga berawal dari hubungan arus pendek dari sebuah bengkel milik seorang warga bernama Yasin. “Dari penyelidikan sementara kebakaran terjadi sekitar pukul tiga sore tadi, berasal dari arus pendek di bengkel milik Pak Yasin kemudian menyebar ke sekitar kos-kosan dan warteg,” ujarnya.

Namun pendapat tersebut berbeda dengan pengakuan seorang saksi yang juga penghuni kos bernama Iwan (21) yang mengatakan kepada pihak kepolisian bahwa kebakaran berawal dari rumah kos milik Hakim. Pengelola warteg juga menuturkan hal yang sama seperti yang diungkapkan Iwan. Saya tidak sempat bawa apa-apa Mas, cuma bawa tas ini saja langsung kabur keluar dengan anak-anak,” tuturnya diiringi isak tangis bersama kedua putrinya.

Untuk memadamkan api yang menghaguskan enam rumah kos yang terdiri lebih dari 20 kamar, sebuah bengkel, warteg dan sejumlah toko, pemadam kebakaran mengerahkan sekitar 30 unit mobil pemadam yang terdiri dari 100 personel. “Proses menyebarnya api agak cepat karena bangunan sebagian besar terbuat dari kayu dan triplek sehingga butuh banyak unit pemadam yang merupakan gabungan beberapa dinas daerah,” ujar Komandan Peleton Pemadam Kebakaran Kotamadya Jakarta Pusat, Supartono.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran sendiri sangat menyayangkan kondisi lalu-lintas yang macet menuju jalan tersebut. Tanpa menyalahkan pihak manapun Supartono mengungkapkan hal seperti itu memang sering terjadi setiap kali peristiwa kebakaran terjadi. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Diterbitkan pada media massa harian Batak Pos, 7 Desember 2007.

Tidak ada komentar: